Taman Bertangga

  1. Latar Belakang

screenshot_20180204-231316.png

Sebuah sungai yang menghubungkan antara bogor dan Jakarta, tentu saja membelah sebagian kota Depok. Sungai ini mengalir tepat disamping jalan-jalan utama pengubung antara Bogor, Depok dan Jakarta. Bukan jalan utama saja, tetapi disamping daerah pemukiman dengan banyak penduduk dan toko-toko serta tempat untuk makan. Tentu saja secara langsung berimbas dengan keadaan sungai tersebut.

Namanya Sungai Baru atau Kali Baru

Terutama keadaan sungai didekat atau berdampingan dengan jalan Pitara Raya atau sebagian masyarakat disana menyebutnya jembatan serong. Sungai yang berdampingan dengan jalan dari pemerintah daerah cibinong sampai cinere ini sering sekali mengalami penambahan air yang membuat jalan sekitarnya atau bangunan sekitarnya tergenang air tumpahan darinya. Padahal hujan tidak terlalu deras dan berlangsung lama, ketinggian air di sungai ini bisa langsung mencapai bibir pagar pembatas.

Penyebabnya tentu saja sampah yang disebabkan oleh para warga yang membuangnya sembarangan. Mereka tidak menyadari bagaimana akibatnya kalau sampah-sampah itu tersangkut dan menyebabkan aliran air tidak lancar. Mereka akan merasakan akibatnya jika hujan deras melanda dengan waktu yang sangat lama.

Daerah sekitar jembatan serong itu, tepatnya disamping sungai tidak boleh ditempati atau didirikan bangunan permanen. Hanya toko kecil saja yang mudah untuk dibongkar pasang (bangunannya) yang boleh menempatinya. Itu saja hanya sedikit, atau ditepiannya saja, dekat jalan. Tentunya itu merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap ketersedian lahan hijau dipinggir sungai.

2. Permasalahan

Sekitar 2011, daerah hijau disekitar sungai dibiarkan begitu saja tanpa adanya perawatan khusus. Tidak dibuatkan pagar pembatas dan tanaman dibiarkan tumbuh begitu saja. Tidak ada trotoar bagi para warga yang ingin berjalan tanpa harus bersenggolan dengan kendaraan. Terkadang terlihat para siswa sekolah berjalan diatas pagar pembatas sungai (yang terbuat dari batu bata) dan lahan hijau, saking tidak adanya trotoar.

Namun lambat laun, pembangunan trotoar dan pagar pembatas yang lebih tinggi dibuat oleh pemerintah. Lahan diambil secukupnya untuk dibuatkan trotoar persis disamping sungai.Pagar pembatas sungai juga dibuat lebih tinggi dan lebih kokoh dengan bahan yang digunakan yaitu beton. Tanaman di lahan hijau dirawat dan dirapihkan oleh para petugas dari dinas kebersihan.

Tapi tetap saja air yang berada disungai itu tetap meluap dan menyebabkan daerah sekitarnya tergenang air. Bukan itu saja pagar pembatas yang difungsikan sebagai penahan air serta tempat duduk-duduk warga berubah menjadi tempat ‘nongkrong’ anak-anak dari malam hari sampai pagi menjelang. Tempat yang tidak dipasang lampu tentu saja menjadi tempat yang menarik bagi anak-anak nakal yang larut malam tidak pulang ke rumah.

Sekarang, lahan hijau tidak terlihat diurus. Tanaman liar dibiarkan tumbuh dan tidak terawatt. Lalu banyak juga lahan yang digunakan sebagai lahan parkir dan dan warung makanan.

Tentu saja itu melanggar harapan yang diinginkan pemerintah dan warga yang berada disekitarnya.

Perencanaan arsitektur disana mungkin tidak terlalu berpihak kepada anak remaja yang sering berada atau ‘nongkrong’ disana. Sebelum dibuatkan pagar pembatas dan trotoar ini, banyak anak remaja yang bermain dijembatan-jembatan. Tentu saja mereka tidak punya tempat lain untuk bermain. Tempat yang menyenangkan memang didekat sungai itu, ramai karena dekat jalan utama serta udara yang segar

3. Solusi

Perencanaa arsitektur disana bisa berupa penambahan taman-taman yang berfungsi menyalurkan bakat mereka tanpa mengurangi fungsi dari lahan hijau itu sendiri. Dimulai dari pagar pembatas sungai yang ditinggikan dan dibuatkan undakan seperti tangga. Selain berguna untuk menahan air tumpah ke jalan bisa juga dijadikan tempat duduk untuk para warga atau anak remaja yang menginginkan tempat untuk sekedar main bersama teman-temannya. Bukan itu saja, setiap undakan diberikan lukisan atau gambar untuk mempercantik dan menambah ketertarikan ‘tangga’ tersebut.

Sebagian lahan hijau akan dijadikan taman dengan tetap memperhatikan keadaan tanah disana. Seperti penambahan sumur resapan agar air hujan tidak menggenang dan tetap mengarah ke sungai tersebut. Lalu lahan hijau yang lain diberikan tanaman yang mempunyai kelebihan seperti mampu menyerap air dengan cepat serta daun yang lebat dan lebar. Pembuatan saluran air juga diperlukan dipinggir jalan yang berbatasan dengan taman. Walaupun langsung berbatasan dengan lahan hijau, air akan lebih cepat menuju sungai.

54b68420c62bbfbdbcbcdc6b1f5e2de3.jpg

Selain itu pengolahan tanah yang tepat seperti ‘rain garden’ akan mempercepat proses air masuk ke ke tanah. Tanaman yang dipilih juga bukan tanaman sembarangan, tanaman hias yang dipilih khusus untuk mempercepat air masuk ke tanah.

Para toko yang berada dipinggir jalan yang berbatasan langsung dengan jalan utama sebaiknya dilarang. Dibuatkan pagar pembatas antar lahan hijau dan jalan utama juga membuat ‘tanda’ bahwa daerah ini tidak boleh ada yang menempati.

Daftar Pustaka

https://www.google.co.id

https://maps.google.com/

https://id.pinterest.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s